
Sawah di Jalupang Terancam Hilang: 'Terkubur' Sampah, Tergerus Krisis Iklim
Tata kelola buruk TPA Jalupang, Karawang, berkelindan dengan krisis iklim membawa petaka bagi petani dan warga sekitar
Lihat Semua

Toleransi Bukan Cuma Wacana di Gang JatibeningSaga
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Stigma sesat dan label "berbeda" kerap membuat jemaah Ahmadiyah dijauhi, hidup dalam bayang-bayang intimidasi, hingga jadi korban kekerasan. Namun, tidak di Jatibening, Bekasi. Saya menemui sejumlah warga yang tinggal berdekatan dengan masjid Al Misbah Ahmadiyah. Masjid ini merupakan pusat aktivitas dan ibadah jemaah Ahmadiyah di wilayah Jatibening dan sekitarnya. Meski mengakui adanya perbedaan, warga tak merasa itu jadi ancaman atas keyakinan mereka. Dari Bekasi kita belajar bagaimana seharusnya perbedaan disikapi dalam kehidupan bermasyarakat. Kamu mendengarkan SAGA KBR Editorial: Wahyu Setiawan, Ninik, MalikaSound Designer: Bintang Elian

Bahaya Virus NipahPerspektif Baru
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Dalam beberapa pekan terakhir, virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul kasus di Asia Selatan. Berbeda dengan COVID-19 yang menular lewat saluran pernapasan, virus Nipah menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, termasuk dari hewan ke manusia, dan memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi.Virus ini bukan hal baru dan telah dikenal sejak akhir 1990-an. Di era mobilitas global yang tinggi, ancaman virus baru akan terus bermunculan sehingga kewaspadaan dan pemahaman yang benar menjadi kunci.Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Pakar Infeksi Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, menjelaskan perbedaan Nipah dengan COVID-19 dan influenza, pola penularannya, serta langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat. Simak pembahasannya hanya di Podcast Perspektif Baru.

Indonesia Darurat Sampah, Waste to Energy Solusinya?Ruang Publik
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Permasalahan sampah, terutama di perkotaan, kian bikin gerah. Beberapa pemda, seperti Tangerang, Yogyakarta, dan Bali, buka-tutup TPA karena tak sanggup lagi menampung sampah baru.Indonesia darurat sampah sudah disuarakan dari dulu, tetapi belum ada perubahan signifikan soal tata kelola persampahan. Sekitar 65 persen dari total 481 TPA masih menerapkan open dumping atau penumpukan sampah di lahan terbuka. Total timbulan sampah 2025 diperkirakan mencapai 23 juta ton berdasarkan data sementara Kementerian Lingkungan Hidup. Dari jumlah tersebut, sampah yang terkelola hanya berkisar 35 persen atau 8,2 juta ton saja. Seluruh TPA diperkirakan bakal penuh atau overcapacity pada 2028.Hal ini disinggung Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu di hadapan para kepala daerah se-Indonesia dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor. Di forum itu Prabowo mendeklarasikan perang melawan sampah. Strateginya dengan menggulirkan 34 proyek waste-to-energy, berupa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Apakah proyek tersebut adalah solusi darurat sampah?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Zero Waste Campaigner Greenpeace Indonesia Ibar Akbar.
.png&w=640&q=75)
Journaling bikin healing? | Podcast DISKO di Mujigae RestoDisko
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
“How’s life lately?” Pas denger pertanyaan itu, apa yang langsung muncul di kepala kalian? “Baik-baik saja,” atau malah “ruwet” sampai nggak bisa diuraikan lewat kata-kata? Kalau kamu merasa bingung mau mulai cerita dari mana, mungkin episode kali ini adalah jawaban yang kamu butuhin ✨
Episode kali ini spesial banget! Podcast DISKO lagi mampir ke Mujigae Resto Ciwalk Bandung. Nggak cuma makan enak, kita juga mau belajar mengurai keruwetan pikiran lewat journaling bareng temen-temen dari komunitas Relung Jiwa Kreatif (REAKTIF). ??
Tonton sampai abis buat liat gimana serunya menuangkan perasaan ke atas kertas di tengah vibes resto Korea yang asik! Karena Kamu Sepenting Itu! ???

Mengurai Tarik-Ulur Kepentingan di Balik RUU Perampasan AsetRuang Publik
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset mulai dibahas Komisi III DPR bersama Badan Keahlian DPR sejak pertengahan Januari lalu. RUU ini masuk prioritas legislasi nasional di 2026.Nasibnya terkatung-katung hampir dua dekade sejak diusulkan pada masa pemerintahan Presiden SBY. Desakan agar rancangan tersebut segera dibahas dan disahkan terus menguat, termasuk saat demo akbar Agustus 2025 lalu. Harapannya bisa menjadi terobosan dalam upaya pemberantasan korupsi.Urgensi ini menilik laporan pemulihan aset Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2020–2024 yang mencapai sekitar Rp2,5 triliun. Capaian yang sangat kecil dibanding kerugian negara yang pada 2024 saja ditaksir Rp45,7 triliun. Artinya, ada celah besar antara uang yang dirampas koruptor dengan nominal yang kembali ke kas publik.Di sisi lain, banyak catatan atas draf regulasi ini, misalnya, potensi penyalahgunaan wewenang, salah sita, alat represi politik, hingga rentan pelanggaran HAM. Berbagai catatan tersebut berulang kali muncul tanpa arah penyelesaian yang jelas.Mengapa begitu sulit mengegolkan RUU Perampasan Aset? Siapa saja yang bakal dirugikan jika skema perampasan aset disahkan? Apakah RUU ini layak didukung sebagai terobosan baru pemberantasan korupsi? Bagaimana peluangnya disahkan di 2026?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama eks-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang.

Generasi Emas di Gang SempitPerspektif Baru
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Keterbatasan ruang dan fasilitas sering dianggap sebagai penghalang untuk berolahraga. Namun di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, generasi muda berlatih akrobatik dan salto di gang sempit dengan penuh semangat dan disiplin.Melalui metode latihan yang bertahap, aman, dan menyenangkan, keterbatasan tidak menjadi kendala untuk pembentukan fisik, mental, serta rasa percaya diri bagi generasi muda.Yoga Ardian, Pendiri Komunitas Indosalto, berbagi kisah tentang inisiatif melatih akrobatik di ruang terbatas, serta upayanya menanamkan mental pantang menyerah sejak dini. Simak pembahasannya hanya di Podcast Perspektif Baru.

Kriminalisasi Pandji: Ketika Kekuasaan Tak Suka DitertawakanRuang Publik
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Sungguh beralasan ketika banyak orang menyebut ruang kebebasan berekspresi kian menyempit. Kasus komika Pandji Pragiwaksono adalah bukti nyata bagaimana hukum dijadikan alat memberangus kritik. Pandji diperkarakan ke Polda Metro Jaya atas komedi tunggalnya "Mens Rea" yang menyinggung banyak pihak. Sudah 6 laporan yang masuk ke polisi dengan menggunakan KUHP baru, pasal penghasutan dan penghinaan agama. Per Kamis (29/01), sebanyak 10 orang yang meliputi pelapor dan saksi telah dimintai keterangan. Kasus Pandji bukanlah kasus kriminalisasi pertama terhadap pekerja seni, dan kemungkinan besar bukanlah yang terakhir. LSM KontraS mencatat sepanjang 2025, ada 76 kasus pelanggaran kebebasan berkesenian dan berekspresi, dengan aparat polisi sebagai pelaku utama.Bagaimana nasib kebebasan sipil ke depan? Adakah celah aman bagi warga untuk tetap bersuara?Nah, kita akan bahas topik ini bersama Aktivis Kemanusiaan sekaligus Putri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Inaya Wahid.

Derita MA: Diperkosa, Hamil, Berujung DipenjaraSaga
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
MA divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur, pada 5 Agustus 2025. Ia dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak atas tuduhan kekerasan terhadap anak hingga meninggal.Padahal, tak ada sama sekali niat perempuan itu membunuh anaknya, meski kehamilan itu tak diinginkannya. Saat berusia 18 tahun, MA diperkosa laki-laki berinisial J-O hingga hamil.Kuasa hukum sekaligus Direktur Woman’s Crisis Center (WCC) Jombang, Ana Abdillah, berpendapat kasus MA semestinya tidak berlanjut sampai proses pemidanaan. Sebab, jangankan menyelamatkan bayi, menyelamatkan dirinya saja MA tidak mampu. Ia menjalani proses persalinan seorang diri, dalam keadaan bingung dan takut.Dari balik jeruji, ia menulis kronologis peristiwa yang dialami. Kisahnya bisa Anda dengarkan di SAGA KBR pada platform YouTube melalui link:Cerita">https://s.id/KorbanPemerkosaan... ini memuat deskripsi kekerasan seksual dan peristiwa yang bisa memicu trauma. Jika kamu mengalami krisis emosional, jangan ragu untuk bercerita dan mengakses layanan konseling terdekat.Tim Editorial: Sindu, Malika, WahyuAudio Designer: Bintang ElianSuara MA: Astri SeptianiJika cerita ini penting, dukung SAGA dengan membagikan cerita ini kepada yang lain. Terima kasih telah mendukung SAGA menghadirkan jurnalisme naratif yang mendalam dan manusiawi.SAGA adalah first person story audio-dokumenter berbasis jurnalisme, mengajak kamu melampaui headline dan merasakan langsung pengalaman nyata manusia dalam sebuah peristiwa.

Anggaran Pendidikan "Dilahap" MBG, Apa Jadinya?Ruang Publik
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Anggaran belanja pendidikan di APBN 2026 yang didistribusikan melalui 23 kementerian dan lembaga, mencapai Rp470,4 triliun. Sebanyak Rp223,5 triliun atau 47,5 persennya masuk ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Sementara, jika dibanding dengan total keseluruhan anggaran pendidikan 2026 yang mencapai Rp769,1 triliun, MBG mencaplok sekitar 29 persennya. Ditilik dari sisi pelaksanaannya, MBG tak pernah surut dari masalah. Di awal tahun, terjadi kasus keracunan massal dengan jumlah korban mencapai 1.200-an siswa. Belum lagi soal celah potensi korupsi dan berbagai persoalan lain. Layakkah MBG mendapat porsi anggaran sejumbo itu? Bagaimana dampaknya ke prioritas lain di sektor pendidikan, seperti kesejahteraan guru? Bagaimana nasib mutu pendidikan Indonesia ke depannya? Nah, kita akan bahas topik ini bersama Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji dan Peneliti Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Betta Anugrah.

Listrik & ATM akan Mati 7 Hari? Real or Fake?Cek Fakta
Silahkan login untuk menambahkan ke playlist
Listrik dan ATM akan mati total selama 7 hari?? Narasi tersebut viral selama sepekan ini. Real or Fake? Simak cek faktanya bareng Co-Founder dan Fact Check Specialist Mafindo, Aribowo Sasmito
Saga
Lihat Semua



Loading...
Serial
Mengangkat topik-topik tertentu secara mendalam dan berkesinambungan. Disajikan dalam beberapa episode, setiap serial disusun dengan alur yang terstruktur dan narasi yang kuat, agar pembaca bisa mengikuti ceritanya dengan mudah dan memahami konteks di balik setiap isu.








.png&w=3840&q=10)








